Bagian I

Udara luar begitu dingin, sedingin itu pula pagar batu yang diduduki oleh kedua lenganku. Nafas ini melahirkan kebulnya. Meskipun sinar matahari menemani, namun hangatnya tak kuasa menembus diri yang entah fisik atau hatinya membeku kedinginan ini.

Baca juga:  Beranda Media Sosial

Leave a Reply

Discover more from Blossom Laden

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading