Hari dan Tanggal Tunangan

3 Mei 2022 menjadi salah satu hari yang bersejarah untuk saya dan Aldi. Perjalanan kami menuju pernikahan telah dimulai dengan rangkaian tunangan sederhana di rumah orang tua saya di Pati Jawa Tengah. Kami memilih tanggal tersebut, bukan tanpa alasan, melainkan dipilih karena momen-nya bersamaan dengan tanggal 2 Syawal. Konon, dipercaya merupakan tanggal baik untuk melamar/menikah dan tentunya karena hari kedua Idul Fitri yang lekat dengan budaya silaturahmi.

Tunangan dan Lamaran: Pilih yang mana?

Dari referensi yang sempat kami pelajari, di Indonesia sendiri, salah satu tahapan sebelum melangsungkan pernikahan adalah bertunangan dan lamaran. Secara bahasa, keduanya memang memiliki arti yang terdengar serupa, namun setelah dilihat dari prosesinya keduanya cukup berbeda. 

Tunangan biasanya menjadi momen di mana calon pengantin laki-laki datang ke rumah orang tua calon pengantin perempuan untuk membuat kesepakatan atau komitmen menjadi suami istri. Biasanya, dari pihak laki-laki ada penyematan cincin ke pihak perempuan. Proses tunangan umumnya dilakukan secara privat dengan hanya mengundang sanak saudara dan keluarga terdekat saja.

Sementara prosesi lamaran, biasanya tidak hanya bertukar cincin saja melainkan ada penambahan prosesi adat istiadat yang cukup sakral di dalamnya, contohnya adalah penyerahan seserahan yang dilakukan oleh pihak laki-laki ke calon pengantin perempuan. Karena lamaran ini biasanya lebih formal, beberapa acaranya tidak hanya dihadiri oleh keluarga, namun juga deretan sahabat bahkan pemuka agama atau adat.  

Dari sekian budaya yang ada di masyarakat Indonesia, kami memilih menggabungkan dua fungsi dalam satu pertemuan, mengingat keterbatasan jarak antar kedua keluarga. Saya lebih nyaman menyebut pertemuan tersebut dengan prosesi tunangan. Tunangan ini telah menjadi simbol kesepakatan pernikahan kami, sekaligus komitmen dan keseriusan Aldi ke saya. Hari tunangan kami pun menjadi waktu yang ideal untuk meminta restu kedua orang tua guna melangsungkan ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Secara resmi, Aldi melamar saya dan disaksikan keluarga kami masing-masing.

Baca juga:  Jangan Menikah! Begitu Saran dari Beberapa Teman Yang Sudah Menikah

Persiapan Menjelang Tunangan

Tunangan kami bisa dibilang cukup sederhana. Tidak ada dekorasi khusus dalam acara. Tidak ada prosesi penyerahan seserahan atau prosesi adat lainya. Meskipun begitu, hal ini tidak mengurangi sedikitpun rasa haru dan bahagia kami kala prosesi tunangan dilangsungkan. Karena utamanya adalah acara berjalan dengan lancar, seluruh keluarga diberikan sehat dan tentunya doa-doa baik agar kami bisa melangsungkan acara pernikahan dengan lancar.

Persiapan fisik dan mental kami upayakan agar acara berjalan dengan baik. Terlebih, perjalanan Aldi dan keluarga ke rumah saya relatif jauh (-+ 500 KM) persiapan fisik menjadi perhatian kami. Selain itu, keluarga Aldi pun mempersiapkan kendaraan yang prima, obat-obatan, cemilan perjalanan dan juga beberapa hantaran/bingkisan yang akan diberikan ke keluarga saya berupa kue dan makanan kering lainnya.

Oya, saat proses tunangan, saya ingin sekali dibawakan bunga. Meskipun mencari bunga di tengah libur lebaran cukup tricky namun Alhamdulillah dibawakan. Kenapa saya ingin ada bunga di acara tunangan kami? Pertama, saya memang suka dengan bunga. Kedua, bunga bisa dijadikan simbol keromantisan dan juga kebahagian.

Jika dari keluarga saya, persiapan yang paling kentara adalah masak-memasak untuk hidangan hari H. Juga belanja oleh-oleh untuk kelurga Aldi bawa sewaktu kembali ke rumah nanti. Salah satu signature yang kami siapkan adalah Homemade Nasi Gandul khas Pati. 

Perjalanan Bekasi-Boyolali-Pati dan Prosesi Tunangan

Dari Bekasi, keluarga Aldi memulai perjalanan dari setelah sholat Eid di tanggal 2 Mei 2022. Disempatkan juga untuk transit ke keluarga Bibi di Boyolali untuk silaturahmi sekaligus menginap semalam sebelum besok paginya perjalanan dari Boyolali-Pati. Perjalanan dari Boyolali dari jam 10.00 pagi dan perjalanan sempat tersendat karena macet di beberapa titik Pantura. Acara yang seharusnya dimulai pukul 13.00 siang, mundur sampai hampir 2 jam acara. Sekitar 14.30, akhirnya rombongan keluarga Aldi sampai dan disambut dengan penuh suka cita oleh saya dan keluarga.

Baca juga:  Marwa, Kapan Menikah?

Acara dimulai dengan sambutan masing-masing keluarga. Starigt to the point, Aldi secara ekplisit menyatakan keinginannya untuk melamar dan hendak memperistri saya. Lamaran diterima, Proses selanjutnya adalah penyematan cincin di jari manis saya yang dilakukan oleh calon ibu mertua. Selebihnya dilengkapi dengan doa, diskusi singkat tentang persiapkan pernikahan. Rencananya dilaksanakan di tahun yang sama di bulan September dan tentunya makan bersama. 

Acara berjalan dengan baik. Selepas acara kami lebih banyak ngobrol ringan dan bersua foto. Persiapan selanjutnya adalah persiapan yang lebih serius lagi yaitu persiapan pernikahan. Saya akan banyak bercerita tentang ini dan semoga rangkaian post ini bermanfaat untuk rekan-rekan :))

Leave a Reply

Discover more from Blossom Laden

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading